AV-Banda Aceh: Masjid Teungku Dianjong ini merupakan salah satu Masjid tua yang ada di Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Sejarah dan arsitektur, serta kesejukan menjadi daya pikat utama hingga masjid ini selalu ramai jamaah.
Sayyid Abu Bakar bin Husen Bafaqih, salah seorang ulama asal Yaman mendirikan masjid ini sekitar abad 18. Di era kesultanan Aceh, masjid ini sempat menjadi sentral pendidikan dan kajian Islam.
Sangking sayangnya masyarakat Aceh akan sejarah masjid ini, setelah sempat luluh lantak digulung gelombang tsunami. Masyarakat bahu membahu memugar kembali Masjid Teungku Dianjong serupa aslinya. Bedanya dahulu berkonstruksi kayu kini berkonstruksi beton.
Setahun usai tsunami melanda masyarakat Aceh telah kembali mengfungsikan Masjid Teungku Dianjong sebagai tempat mendekatkan diri dengan sang khalik. Selain shalat lima waktu, kajian agama juga masih sering dilangsungkan.
Nama Masjid Teungku Dianjong merupakan lakap yang disematkan pada Sayyid Abu Bakar pendirinya. Masjid ini terlihat sederhana dengan relief tiang penyangga bermotif bunga khas yang tumbuh di Aceh.
Keunikan lainnya, mimbar dengan tangga di depan lazimnya mimbar masjid yang ada di Aceh. Kesejukan masjid juga bersumber dari puluhan jendela yang menyerupai rumah adat Aceh.
Makam Sayyid Abu Bakar dan isterinya Syarifah Fatimah bearada dalam kompleks masjid. Seluruh makam ini merupakan satu-satunya yang selamat dihantam tsunami. Sementara ratusan warga tinggal nama dan disematkan pada prasasti juga dikompleks makam. Inilah cara masyarakat Aceh mengenang ulama besar dan warga yang sahid dalam bencana. (Maimun Saleh)





.jpg)