AV-Aceh Timur: Warga Desa Blang Tualang, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur hingga kini belum menikmati aliran listrik. Untuk kebutuhan listrik sehari-hari warga desa ini hanya mengandalkan sebuah mesin genset yang dibeli secara patungan oleh warga.
Menurut warga, sebelum konflik melanda Aceh, desa mereka telah dialirin listrik. Namun, saat konflik aliran listrik ke desa mereka diputus total. Hingga kini belum juga dialiri kembali.
Sejumlah tiang listik tanpa kabel terlihat masih berdiri tegak di sepanjang jalan menuju desa ini. Begitu juga meteran milik PLN masih terpasang di depan pintu rumah warga.
Warga mengaku, sebelumnya, mereka mengandalkan listrik tenaga matahari, namun karena alat tersebut telah rusak, kini warga mengantinya dengan mesin genset.
Warga secara sukarela mengumpulkan uang agar dapat membeli mesin genset. Adanya pembatasan bbm juga membuat warga desa ini kesulitan mendapatkan solar yang menjadi bahan bakar genset.
“Setiap bulan kami membutuhkan tiga drum solar. Sekarang susah dapatkan solar sejak adanya pembatasan,” kata Sabri.
Ketiadaan listrik di desa ini sangat berdampak pada aktivitas warga pada malam hari. Apalagi anak-anak di desa ini tidak dapat belajar karena tidak adanya alat penerang.
Warga mengaku sudah berkali-kali meminta pihak PLN dan melaporkan ketidaan listik ke Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Namun, keinginan warga untuk dapat hidup seperti manusia merdeka lainnya belum juga terpenuhi. (Said Maulana)





.jpg)