AV-Banda Aceh- Seribu satu Ringit di telapak Munizar, warga Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh ini, merupakan pertanda betapa dekatnya hubungan Aceh malaysia. Pemandu wisata ini akan berbagi cerita tentang kapal yang diantar tsunami ke kampung halamannya.
Mata uang asing itu terkumpul dalam sehari, sumbangan pengunjung asal negeri jiran Ahad sore. Walau dalam gengamannya, Ringit diperuntukkan pengelola situs Kapal Apung untuk masjid setempat.
masyarakat Malaysia memang mengidolakan kapal seberat 2.600 ton ini, sebagai lokasi wisata idamannya. Media-media Malaysia sering memberitakan tentang kapal yang terdampar hingga lima kilometer dari pantai Ule Lheu, Kecamatan Meuraxa ini.
Jika Ahad tiba ratusan wisatawan domestik dan manca negera bertandang ke kapal dengan panjang 63 meter dan luas 1.600 meter persegi ini. Seluruh geladak dapat ditelusuri. Kecuali ruangan ini
Penasaran seperti apa ruangan rahasia kapal saksi gelombang raya? Mari ikuti langkah Munizar. Di geladak ini panel-panel listrik menempel di dinding. Dari sinilah generator pembangkit listrik dikontrol.
Sofa-sofa masih meninggalkan jejak dramatis. Maka bayangkan betapa menegangkan saat kapal ini meliuk-liuk menubruk seluruh bangunan di hadapannya, sebelum di tinggalkan tsunami di atas rumah tak berpenghuni.
Banda aceh kini terlihat indah dari balik jendela geladak tiga. Namun di bawahnya, di areal dua hektar tempat kapal bersangkar, puing-puing kehancuran masih berjejak sebagai pelajaran.
Usai berjalan-jalan di situs duka akibat bencana, seperti Aisyah, anda juga pasti mendapatkan segudang cerita, sebelum matahari terbenam. (Maimun Saleh)





.jpg)