AV-Aceh Barat: Akibat dibatasi waktu penjualan solar bersubsidi, nelayan kapal kecil di Kabupaten Aceh Barat mengaku kesulitan mendapatkan solar. Kondisi ini buat nelayan jarang melaut akhir-akhir ini, Kamis (14/8).
Ratusan kapal nelayan terlihat bersandar di dermaga Padang Seurahet. Kapal yang biasanya digunakan untuk mencari ikan, kini terpaksa bersandar di dermaga karena tak memiliki solar.
Untuk mendapatkan solar, nelayan harus mengantri lama di SPBU. Hal ini telah terjadi selama pemberlakukan pembatasan solar bersubsidi sejak awal Agustus.
Apalagi di Kabupaten Aceh Barat, pertamina tidak menyediakan SPBN khusus bagi nelayan.
Akibat sulitnya memperoleh solar, nelayan yang biasanya membeli solar Rp 100 ribu untuk sekali melaut, kini terpaksa membeli lebih yaitu sekitar Rp200 hingga Rp 300 ribu . Padahal sekali melaut mereka hanya memperoleh uang sekitar Rp 200 hingga Rp 300 ribu, seperti yang diakui Riswan, salah seorang nelayan diwilayah itu.
Nelayan berharap pemerintah mempertimbangkan kembali pembatasan penjulan solar bersubsidi karena sangat berdampak pada nelayan yang memiliki modal kecil. (Dicky Juanda)





.jpg)