AV – Banda Aceh: Ratusan guru honorer kategori 2 (K2) yang tidak lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di pemerintah daerah Kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh berunjukrasa/di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis/20/2). Mereka menuntut janji Kemenpan-RB yang memprioritaskan kelulusan bagi guru yang sudah lama mengabdi.
Ratusan guru yang tergabung dalam Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar GB) Aceh menilai, hasil pengumuman kelulusan tenaga honorer dua (K-2) penuh rekayasan, tidak objektif dan tidak mengutamakan usia serta masa kerja seperti yang telah disampaikan oleh Menpan RB.
Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Aceh, Sayuthi Aulia, menduga adanya manipulasi data oleh pemkab/pemko terhadap penentuan kelulusan honorer K2. "Berdasarkan informasi yang kami peroleh, nama-nama honorer K2 sebelum dipublikasikan sudah duluan diserahkan kepada pemkab/pemko masing-masing, kami juga mempertanyakan kebijakan Menpan RB yang memasukan tenaga honorer K1 ke dalam K2 sehingga jatah kuota K2 berkurang," sebutnya.
Agusnila Wati Hasyim (45) guru TK Putra Empat Ajun, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar mengaku kecewa tidak lulus tes CPNS padahal ia sudah mengabdi selama 23 tahun. "saya mengajar sudah sejak tahun 90-an, mulai saya menerima gaji dari Rp5.000 hingga Rp500 ribu belum juga di angkat jadi PNS," ujarnya.
Meski sempat diguyur hujan, para guru itu tetap bertahan dan menggelar baca yasin serta baca doa bersama di halaman gedung DPR Aceh. Sebelumnya, massa juga berorasi meminta Gubernur Aceh yang berada di kantor DPR Aceh untuk menemui mereka.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang menemui massa mengatakan, ia akan mengirim surat kepada Menpan RB dengan melamprkan 10 pernyataan sikap tenaga honorer K2 yang tidak lulus CPNs. "Kita akan menyampaikan kepada Mempan RB dan melampirkan aspirasi mereka. Namun, kita juga harus mengikuti tata tertib peraturan dan mengharapkan persoalan ini akan segera selesai," ujarnya.
Data yang diperoleh dari Kobar GB Aceh, terdapat 6.916 orang yang lulus dari 7.109 orang sebelumnya yang ikut testing. Rinciannya, Bireuen yang lulus 674 orang, Pidie 555 orang, Aceh Timur 500 orang, Aceh tengah 450 orang, Aceh Besar 331 orang, Nagan raya 234 orang, Abdiya 178 orang, Sabang 37 orang, Subussalam 32 orang, Banda Aceh dari 268 peserta testing, hanya 72 yang lolos. (FAM)





.jpg)