AV-Aceh Timur: Pembangunan jembatan rangka baja di Desa Lueng Sa yang menghubungkan lima desa di Kecamatan Madat, Aceh Timur hingga saat ini masih terbengkalai. Pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 30 miliyar itu sudah dikerjakan sejak tahun 2008.
Jembatan sepanjang lebih kurang 100 méter ini sebelumnya dikerjakan oleh salah satu kontraktor di Aceh Timur. Namun urung diselesaikan. Menurut Aswadi, salah seorang warga Desa Leung Sa, salah satu penyebab terbangkalainya pembangunan jembatan diduga akibat adanya sengketa tanah.
Warga mengaku pihaknya tidak pernah menghalang-halangi pekerjaan jembatan tersebut. Sengketa terjadi antara rekanan dengan rekanan sebelumnya yang sampai saat ini belum juga membayar biaya gánti rugi tanah.
Warga berharap pemerintah segera menyelesaikan semua persoalan yang terjadi dilapangan, sehingga pembangunan jembatan segera rampung. Saat ini warga harus menggunakan jembatan láma yang kondisinya sangat memprihatinkan dan terus memakan korban jiwa. (Said Maulana)





.jpg)