AV-Pidie: Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Pidie menggelar aksi menolak penutupan tambang emas tradisional di pegunungan Kecamatan Geumpang, Pidie, Sabtu (30/8).
Aksi yang dilakukan warga Kecamatan Geumpang, Tangse dan Mane juga melakukan cap jempol darah diatas kain putih sebagai bentuk penolakan atas instruksi Gubernur Aceh.
Warga menilaki, intsruksi penutupan tambang yang dikelola secara tradisonal oleh putra daerah setempat tidak berdasar dan bernuansa politis. Warga membantah penyebab kematian sejumlah ikan di sungai di wilayah itu akibat penggunaan zat kimia oleh penambang.
Koordinator penambang emas tradisional Geumpang, Muhammad Nasir meminta pemerintah memberikan solusi kepada penambang agar aktivitas penambangan. Pasalnya aktifitas pertambangan tersebut telah menjadi sumber perekonomian warga sejak tujuh tahun silam.
Penutupan tambang dinilai akan berdampak buruk bagi perekonomian warga yang selama ini bergantung hidup dari aktvitas tersebut. Untuk itu, warga berharap Gubernur Aceh segera mencabut intruksi penutupan tambang.
Selain membubuhkan tanda tangan, aksi yang turut dihadiri kaum ibu ini juga diwarnai aksi cap jempol darah pada spanduk putih sepanjang 20 meter. Warga bersikukuh tetap melakukan aktivitasnya dan mengancam melakukan perlawanan jika intruksi penutupan tidak di cabut.
Sebelumnya Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengintruksikan penutupan tambang di pegunungan Geumpang Pidie. Paska instruksi tersebut sebanyak 12 ribu penambang mengaku terpaksa menghentikan aktifitas mereka. Karena sejumlah hasil tambang seperti perak dan emas disita kepolisian. (Hendra Saputra/Taufik Kelana)





.jpg)