AV-Aceh Barat: 10 tahun berpisah, keluarga korban tsunami di Aceh Barat, Sefti Rangkuti dan Jamaliah, akhirnya bertemu kembali dengan dua anaknya Arif Pratama alias Sholin (17) dan Raudatul Jannah alias Weniati (14).
Setelah Raudatul Jannah kembali ke pangkuan keluarga, kini Arif pratama juga telah berkumpul kembali bersama sang ibunda. Arief Pratama dijemput oleh orang tuanya di Paya Kumbuh, Sumatera Barat pada, Selasa (19/8), yang selama ini hidup sebagai gelandangan.
Menurut Jamaliah ibu korban, pertemuan itu berawal saat penayangan sebuah stasiun televisi nasional yang menampilkan segmen penemuan Raudatul Jannah dengan keluarga.
Berita pertemuan anak tsunami tersebut menjadi perhatian seorang pemilik usaha warnet di daerah Paya Kumbuh, Lana Bestari. Dari Lana-lah, keberadaan Ucok, sebutan Arif Prata,a oleh warga sekitar menjadi perhatian awak media di Sumatera Barat.
Setelah memastikan Ucok adalah Arif Pratama, Jamaliah bersama sang suami mengaku langsung bertolak menuju Paya Kumbuh, Sumatera Barat.
Pada Rabu pagi (20/8), pihak keluarga membawa Arif Pratama kembali ke kampung halamannya di Desa Pangong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.
Menurut Jamaliah, sebelumnya Arif Pratama dan Raudatul Jannah hanyut saat gelombang tsunami menghantan pesisir Aceh pada 26 desember 2004 silam.
Kedua bocah ini kemudian diselamatkan oleh Bustamir, seorang nelayan di Pulau Banyak, Aceh Singkil. Kedua bocah ini selanjutnya di rawat oleh Maryam, ibunda Bustamir di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Seminggu kemudian, kedua anak ini dipisahkan setelah Arif Pratama di asuh oleh keluarga lain. Sedangkan Raudatul Jannah tetap dirawat oleh Maryam.
Keluarga mengaku sangat bahagia bisa kembali berkumpul dengan kedua buah hatinya. Pihak keluarga mengaku siap melakukan tes DNA untuk memastikan kepastian kedua anak ini merupakan darah dagingnya. (Dicky Juanda/ Raja Muda)





.jpg)