AV-Aceh Besar: Siapa sangka barang-barang yang dianggap tak berharga ini bisa diolah menjadi barang-barang berguna. Sampah-sampah plastik yang sulit terurai ini banyak dibuang sembarangan oleh banyak orang.
Dari tangan perempuan ini sampah yang tak bernilai diubah menjadi karya seni yang di jual dengan harga tinggi. Hasil kerajinan tangannya ini pun telah di jual ke sejumlah negara.
Rubama perempuan asal Desa Nusa Kecamatan Lhoknga Aceh Besar ini telah memulai usahanya mendaur ulang sampah menjadi karya seni sejak 2006 silam. Sampah organik dan unorganik menjadi barang berharga seperti tas, dompet, tempat tisu, bunga dan benda bermanfaat lainnya.
Sarjana lulusan Fakultas FKIP Biologi Universitas Syiah Kuala ini telah melakukan eksperimen ini sejak 2004 lalu. Paska tsunami dia mengajak serta beberapa perempuan di desanya untuk bergabung mendirikan bengkel nusa creasi community.
Di bengkel kreasi ini mereka mendaur ulang sampah agar menjadi pemasukan tambahan untuk biaya kebutuhan perempuan-perempuan di desanya. Dari sentuhan kreasi Rubama dan para ibu inilah sampah plastik yang berserakan di desa mereka menjadi bermanfaat.
Dalam sehari bengkel kreasi ini mampu mengerjakan berbagai macam jenis kerajinan dengan harga jual tinggi dan cukup untuk menambah biaya sekolah anak mereka. Kini, Rubama telah memasarkan hasil kerasi kerajinan mereka sampai ke Asia dan Eropa sepeti Malaisya, Singapura, Inggris dan Amerika.(Maimun Saleh/ Taufik Kelana)





.jpg)