AV-Banda Aceh: Korban pelecehan seksual yang dilakukan oknum polisi MH masih takut ke sekolah. DL salah seorang korban terpaksa diantar ke sekolah dengan didampingi seorang psikolog dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (BP3A) Banda Aceh.
DL biasanya pergi ke sekolah sendiri menggunakan sepeda. Sementara ibunya yang merupakan janda korban tsunami harus menjaga warung. Namun setelah peristiwa pencabulan oleh anggota polisi berinisial MH, Ia menangis tak mau ke sekolah lagi karena takut bertemu MH.
Murid salah satu sekolah dasar di Kecamatan Meuraxa ini mengaku pada ibunya takut bertemu MH di sekitar sekolah. DL menjadi penakut setiap ingin berangkat sekolah. Ia memeluk kuat ibunya dan jarang bermain diluar rumah.
Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (BP3A) Badrunnisa, pihaknya mengirim salah seorang psikolog untuk mendampingi DL saat bersekolah dan menjemputnya usai pulang sekolah.Hal itu terpaksa dilakukan untuk membuat DL berani dan nyaman kembali bersekolah.
Atas berbagai pertimbangan Pemerintah Kota Banda Aceh belum memindahkan sekolah para korban perkosaan dan pencabulan MH. Kendati demikian sejak pelaporan ke polisi hingga proses hukum selesai. BP3A akan terus melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya.
Hingga saat ini Polresta Banda Aceh yang menanggani kasus pencabulan ini belum melimpahkan berkas perkaran ke Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Pemeriksaan saksi-saksi korban telah rampung. Oknum polisi cabul berinisial MH diancam hukuman maksimal 15 tahun kurungan. (Maimun Saleh)
Berita Terkait:
Kekerasan Seksual Pada Anak di Aceh Meningkat
Anggota Polisi Cabul Resmi Ditahan
Polisi Pencabul Bocah Ditangkap
Anggota Polisi Diduga Cabuli 5 Bocah





.jpg)