Unjuk rasa yang dilakukan depan Mapolda Aceh, Sabtu (8/2), para aktivis dan mahasiswa juga mendesak aparat kepolisian segera mengusut sejumlah kasus kekerasan politik menjelang pemilu. Dalam orasinya mereka juga mendukung ikrar pemilu damai yang difasilitasi Polda Aceh.
Menurut aktivis, ikrar pemilu damai yang dilakukan bersama seluruh partai politik dinilai sebagai langkah awal untuk mewujudkan pemilu yang demokratis di Provinsi Aceh.
Para aktivis menyebutkan, menjelang pemilu, kasus kekerasan politik di Aceh meningkat tajam hingga 60 persen. Kekersan politik itu berupa aksi pembakaran mobil caleg, pemukulan serta pembunuhan kader partai, intimidasi, teror dan penurunan atribut dan bendera partai.
Aktivis menilai, jika kasus-kasus kekerasan politik tersebut tidak segera ditindaklanjuti dan di proses secara hukum maka akan berdampak buruk terhadap proses demokrasi di Aceh. (FAM)





.jpg)