Meraih Ridha Ilahi Lewat Suluk




AV-Aceh Besar: Tak ingin melewatkan Ramadan dengan sekedar menahan lapar dan dahaga, sebagian muslim di Aceh menjalankan suluk. Sejak awal Ramadan, tradisi meninggalkan keluarga untuk berzikir secara bersama-sama berlangsung disejumlah pesantren.

Di bulan Ramadan warga yang menjalankan suluk biasanya mengakhiri ibadah zikirnya hingga Idul Fitri tiba. Tradisi ini mudah ditemui disejumlah pesantren salafi di Aceh.

Di Aceh suluk tak hanya dijalankan saat Ramadan tiba, ibadah ini mulanya dipopulerkan oleh tarekat Naqsabandiyah yang disebarkan oleh Syekh Muda Waly Al Khalidi, selain bulan Ramadan, suluk juga dilangsungkan bulan Zulhijah dan Rabiul awal pada kalender Islam.

Salah satu pesantren yang mengadakah ibadah suluk adalah di Dayah Seramoe Darussalam, Gampong Beuradeun, Kabupaten Aceh Besar. Sejak 10 hari sebelum puasa Ramadhan, dayah ini sudah ramai dikunjungi warga.

Saat menjalankan suluk jamaah menutupi seluruh tubuh dengan kain. Mereka tidak dibenarkan untuk pulang atau keluar dari perkarangan pondok pesantran selama mengikuti kegiatan ini.

Tujuannya, agar mereka tak terpengaruh oleh situasi duniawi yang bisa memberi pengaruh buruk. Selain para santri dayah biasanya ibadah suluk ini diikuti oleh orang-orang yang sudah lanjut usia dan warga sekitar. Mereka juga bisa datang dari luar kota.

Peserta suluk juga dilarang memakan makanan yang berdarah selama mengikuti ritual tersebut. Para peserta suluk juga disediakan dapur umum yang setiap harinya untuk menyiapkan makanan berbuka dan sahur.

Ibadah suluk ini akan berakhir pada hari raya Idul Fitri. Setelah saling bermaafan, para jamaah akan kembali ke rumah masing-masing untuk merayakan kemenangan hari raya Idul Fitri. (Ferdian Ananda)


Share this video :
 
About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber
. Support: Acehadvertising.com
Copyright © 2013. Aceh Video - All Rights Reserved